KOTABARU, KALSEL | VISI MISI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, meluncurkan 3 program untuk menyokong Pemilu dan Pilkada 2029. Ketiga program tersebut sudah mulai berjalan pada awal Juni 2025.
Ketua Bawaslu Kotabaru, Rony Safriansyah, mengatakan program pertama yaitu Pengawasan Pemutakhiran Daftar Pemilih. Pengawasan Pemutakhiran Daftar Pemilih ini nantinya akan diupdate pertiga bulan. Pemilih potensial yang berumur 14 hingga 16 tahun juga akan masuk dalam daftar tersebut.
“Diupdate nanti akan dikeluarkan di media bahwa pemilih yang ada di Kabupaten Kotabaru saat ini untuk Pemilu 2029 yang akan datang adalah sekian. Artinya datanya selalu update, selalu diperbaharui,” kata Rony Safriansyah, Kamis (19/6/25)
Rony Safriansyah melanjutkan, program kedua adalah Pendidikan Politik. Pembelajaran ini akan diberikan kepada masyarakat khususnya calon pemilih pemula atau pelajar. Pihaknya akan memberikan wawasan politik agar dapat memahami mekanisme Pemilu dan Pilkada.
“Kenapa kami menyasar yang saat ini berumur 14-15 tahun, karena mereka nanti di 2029 adalah pemilih pemula. Sehingga mereka lebih mengenal apa itu Presiden, apa itu lembaga negara, apa itu Gubernur, apa itu Bupati yang dipilih secara langsung oleh masyarakat,” bebernya
Sedangkan program ketiga adalah Sekolah Kader Pengawas Partisipatif. Bawaslu akan merangkul masyarakat untuk mencegah pelanggaran, masyarakat akan diberikan pendidikan khusus agar bisa mengawasi jalannya Pemilu dan Pilkada.
“Jadi mereka itu nanti di luar (Bawaslu). Bisa nanti mereka itu sebagai lembaga independen, sebagai LSM, dan lain-lain. Itu lah yang kami ajak, yang kami rangkul. Kalo Bawaslu kan strukturnya terbatas, makanya kami mengajak masyarakat untuk sama-sama mengawasi,” tutupnya
(Dody Iskandar)





