KOTABARU, KALSEL | VISI MISI – Pemerintah Kabupaten Kotabaru resmi membuka Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi tingkat kabupaten dan kecamatan bagi jemaah haji reguler tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, Rabu (11/2/2026) pagi. Kegiatan dipusatkan di Masjid Apung Siring Laut dan diikuti ratusan calon tamu Allah.
Pembukaan dilakukan Sekretaris Daerah Kotabaru, H. Eka Saprudin, yang hadir mewakili Bupati Kotabaru. Sejumlah unsur Forkopimda atau perwakilannya turut hadir, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama, perwakilan Kementerian Haji dan Umrah, serta jajaran Pemkab Kotabaru.
Dalam sambutannya, Eka menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan kegiatan. Ia menegaskan, manasik haji merupakan tahapan penting untuk mematangkan kesiapan jemaah, baik dari sisi pemahaman tata cara ibadah, kondisi fisik, maupun kesiapan mental.
“Ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. Melalui manasik terintegrasi ini, para jemaah diharapkan memahami rukun, wajib, dan sunnah haji sesuai tuntunan syariat,” ujar Eka.
Selain pemahaman teknis, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, jutaan umat Islam dari berbagai latar belakang akan berkumpul, sehingga nilai kesabaran, kebersamaan, serta toleransi menjadi kunci.
Lebih jauh, Eka menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi demi memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan aman, tertib, dan nyaman.
“Pemerintah daerah akan terus mendukung agar seluruh proses dapat berjalan lancar. Kami berharap para jemaah mengikuti setiap tahapan manasik dengan sungguh-sungguh,” katanya.
Dengan mengucapkan basmalah, Sekda secara resmi membuka rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 11 hingga 15 Februari 2026. Pelaksanaan manasik dibagi ke dalam dua kelompok.
Berdasarkan data panitia, jumlah calon jemaah haji Kotabaru tahun ini mencapai 303 orang. Mereka akan terbagi dalam dua kloter, yakni kloter 13 dan 19, dengan rincian 130 jemaah laki-laki dan 173 jemaah perempuan.
Adapun jemaah tertua tercatat atas nama Norma Mangacil Abdullah (87) dari Kecamatan Kelumpang Utara. Sementara yang termuda adalah Muhammad Fathan Nur Qolbiy (18) asal Pulau Laut Sigam.
(Ril)





