KOTABARU, KALSEL | VISI MISI – Masyarakat Desa Bangkalaan Dayak, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, Kalsel, menggelar ritual adat bewadai. Agenda sakral ini adalah ungkapan rasa syukur kepada Tuhan – alam atas tanaman padi yang menunjukkan perkembangan positif.

Imam Adat Bangkalaan Dayak, Durabil, mengatakan tradisi ini merupakan warisan leluhur masyarakat Dayak di wilayah Kelumpang Hulu yang masih terus dilestarikan hingga kini, terutama dalam siklus pertanian padi ladang.

Tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun ini bukan sekadar ritual, tetapi juga bentuk hubungan spiritual masyarakat dengan alam.

“Melalui ritual ini, masyarakat juga memohon agar tanaman terhindar dari hama dan bencana,” kata Durabil, usai agenda Bawadai di Balai Buntar, Rabu (1/4/26)

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DAD tersebut melanjutkan, sekitar 20 undangan turut hadir dari berbagai dusun. Balian atau rahoniawan memimpin doa sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan leluhur atas kesuburan lahan pertanian.

“Pada fase ini, benih padi mulai keluar atau dalam istilah setempat disebut padi mulai beampar yang menandai awal keberhasilan masa tanam,” ungkap Durabil

Kegiatan dimulai pukul 20.00 WITA hingga Kamis (2/4) pukul 07.00 WITA. Suasana berlangsung khidmat, diwarnai kebersamaan dan nuansa spiritual yang kuat.

(Dy/*)

 

 

 

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *