KOTABARU, KALSEL | VISI MISI – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Kotabaru, Kalsel, menyampaikan isu prioritas kepada Pemerintah Daerah yang ada di 4 Kecamatan. Isu prioritas tersebut terkait sampah, kualitas air bersih, infrastruktur jalan, dan masyarakat adat.
Ketua AMAN Kotabaru, Sahrianto, tidak adanya tempat pembuangan akhir atau TPA di Kecamatan Hampang membuat sampah berserakan di bantaran sungai. Ia menilai hal tersebut sangat mengganggu kenyamanan.
“Pertama, tidak tersedianya tempat pembuangan sampah memadai, sehingga terjadi penumpukan di kawasan Jembatan 2 Hampang,” kata Sahrianto, dalam Fokus Group Discussion (FGD) bersama Pemerintah Daerah, Kamis (12/3/26)
Sahrianto melanjutkan, kualitas air bersih yang ada di wilayahnya juga sudah berkurang karna adanya pertambangan tanpa ijin (PETI). Menurutnya, dugaan tambang ilegal tersebut mengancam kesehatan warga.
Selain itu, infrastruktur jalan yang menghubungkan desa dengan ibu kota kecamatan menyulitkan warga dalam melakukan aktifitas. Ia menyebut jalan di wilayahnya rusak parah.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Akses sulit ini memberatkan warga dari segi ekonomi dan sosial,” tekannya
Tak sampai di situ, aktivis masyarakat adat itu juga meluruskan penyebutan “Masyarakat Hukum Adat” menjadi “Masyarakat Adat” tanpa singkatan sesuai identitas mereka.
”FGD ini diharapkan menjembatani komunikasi masyarakat adat dan pemerintah untuk pembangunan merata di Kotabaru. Meminta kepada Pemerintah Daerah agar lebih memperhatikan masyarakat adat,” tutupnya
(Dody)





