KOTABARU, KALSEL | VISI MISI – Makanan sehat dan bergizi mestinya sudah menjadi kewajiban masyarakat untuk mengetahui standar penyajian yang benar dan komposisinya.
Di Indonesia, banyak konsumen yang belum memahami makanan yang aman untuk dikonsumsi, sebut saja makanan yang mengandung pewarna buatan non pangan hingga makanan yang kurang matang.
Dalam hal ini, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BPOM Kalsel, Yuniar Ayu Handayani, membeberkan makanan yang baik adalah makanan yang terbebas dari 3 bahaya : Bahaya biologi, bahaya fisik, dan bahaya kimiawi.
“Keamanan pangan adalah pangan yang aman yang terbebas dari tiga bahaya. Saya selalu bilang ingat check click cek kemasan, cek label, cek ijin edar, dan cek kadaluwarsa,” kata Yuniar Ayu Handayani kepada visimisi.info, Jum’at (13/6/25)
Yuniar Ayu Handayani melanjutkan, Bahaya biologi yang ia maksud adalah makanan yang mengandung bakteri, virus, jamur, parasit. Adapun bahaya fisik adalah makanan yang mengandung rambut, stafles, kerikil, pecahan kaca, dan potongan tubuh serangga.
“Sedangkan bahaya kimia adalah makanan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, methanyl yellow, rhodamin B, bahan tambahan berlebihan, logam berat, dan racun alami,” tutupnya (Dody)




