SEKADAU, KALBAR | VISIMISI – Delegasi Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat capaian penting dalam Kongres Internasional Literasi Dayak yang dilaksanakan pada 16 Mei 2026 di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Dalam forum yang mempertemukan tokoh adat, akademisi, pegiat budaya, dan praktisi literasi Dayak dari berbagai wilayah tersebut, perwakilan DAD Kalsel resmi dipercaya menempati posisi strategis dalam kepengurusan Literasi Dayak Internasional sebagai Bendahara II.

Pembentukan Pengurus Literasi Dayak Internasional menjadi salah satu momentum bersejarah dalam kongres tersebut. Wadah berskala global ini dibentuk sebagai ruang bersama untuk memperkuat gerakan literasi Dayak, mendokumentasikan sejarah dan budaya, serta menjaga identitas masyarakat adat di tengah perkembangan zaman.

Prosesi pengukuhan pengurus berlangsung secara adat dan penuh khidmat di hadapan para tokoh adat Dayak dari berbagai daerah. Keterlibatan langsung DAD Kalimantan Selatan dalam jajaran kepengurusan inti dinilai menjadi langkah penting dalam memperluas peran masyarakat Dayak Banua di tingkat nasional maupun internasional.

Plt. Ketua Umum DAD Provinsi Kalimantan Selatan, Mandan, S.Ag., M.M., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada perwakilan Kalimantan Selatan dalam kepengurusan tersebut. Menurutnya, amanah itu bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk memperkuat gerakan literasi Dayak dari daerah.

“Dalam kegiatan internasional yang sangat bersejarah ini, kita bersyukur telah terbentuk wadah Pengurus Literasi Dayak Internasional. Kalimantan Selatan secara resmi diberikan kepercayaan untuk menduduki posisi Bendahara II dalam kepengurusan global tersebut,” ujar Mandan kepada media ini.

Ia menambahkan, keterlibatan DAD Kalsel dalam kepengurusan internasional diharapkan mampu membuka ruang lebih luas bagi masyarakat Dayak Kalimantan Selatan untuk memperkenalkan sejarah, budaya, dan nilai-nilai kearifan lokal ke tingkat dunia.

“Kita dilibatkan secara langsung dalam jajaran kepengurusan, dan seluruh prosesi pengukuhan juga dilaksanakan menurut tatanan adat. Ini menjadi momentum penting agar gerakan literasi Dayak tidak berhenti di forum seminar saja, tetapi benar-benar berkembang menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Masuknya perwakilan DAD Kalsel dalam struktur kepengurusan dunia diyakini akan mempercepat penguatan gerakan “Dayak Menulis dari Dalam” yang menjadi salah satu semangat utama dalam kongres tersebut. Melalui keterlibatan ini, DAD Kalsel memiliki peluang lebih besar untuk mendorong program pengembangan literasi, pelatihan menulis bagi generasi muda adat, hingga digitalisasi dokumen sejarah dan budaya Dayak Kalimantan Selatan.

Langkah tersebut juga dipandang sebagai momentum penting bagi masyarakat Dayak Kalimantan Selatan untuk menunjukkan eksistensi dan kontribusinya dalam menjaga serta merawat peradaban Dayak di tingkat global.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Plt. Ketua Umum DAD Kalsel Mandan, S.Ag., M.M., Wakil Ketua Endrico, Sekretaris I Darmanto, S.AP., M.Hum., Sekretaris II Sairani, Bendahara Mantikey dan Iwan, Koordinator Bidang Mahlan dan Efey, serta Dr. Ruli selaku Ketua Yayasan Dayak Membangun Kalimantan Selatan (YDMKS).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *